Itu dilakukan setelah penemuan jasad seorang pria yang diketahui bernama Andi Aso Erang (36), yang terapung di pinggir sungai Kebuyahan, tanpa kaki dan tangan sebelah kiri.
Keluarga korban dan warga sekitar menduga jika mendiang Andi telah disambar buaya saat beraktivitas di sungai.
Dugaan ini semakin kuat dengan adanya penemuan buaya tersebut, yang berada tak jauh dari lokasi penemuan mendiang Andi.
Setelah dilumpuhkan dengan tembakan, buaya itu akhirnya dibawa ke atas permukaan.
Selanjutnya buaya itu dibelah pada bagian perutnya, dan betapa terkejutnya warga saat beberapa bagian manusia dikeluarkan dari dalam perut buaya.
Beberapa dari warga menutup hidungnya karena tak mampu mencium bau anyir yang menyengat.
Sementara warga lainnya sibuk mengabadikan momen tersebut melalui handphone mereka.
BERITA LENGKAP DI HALAMAN BERIKUTNYA
Halaman Berikutnya

